Mimpi Indah

173

Dari segi bahasa, niat adalah القصد: tuju, menuju, tujuan. Sedangkan menurut syara’ adalah

قصد الشىء

مقترنا بفعله فإن تراخى عنه سمي عزما

“Menuju sesuatu dibarengi dengan perbuatan nyata. Ketika tujuan tidak/ belum dibarengi dengan perbuatan nyata disebut عزم (azam) yaitu hanya kemauan dan keinginan yang kuat namun belum dinyatakan dengan perbuatan”(Kitab Al-Majalisu al-Saniah hal. 5)

 

Niatan awal didirikannya lembaga pendidikan PP Amanatul Ummah Kembang Belor adalah melahirkan santri-santriwati yang sanggup mengkhalifahi masa depan. Sekelompok alim ulama yang mampu menerangi bukan hanya Indonesia namun juga dunia. Kabilah para pemimpin bangsa yang siap mengaktualisasikan dirinya di era global dengan misi dasar mengupayakan terwujudnya kesejahteraan dan tegaknya keadilan. Para konglomerat besar.  Mereka adalah santri-santri yang siap berkompetisi bukan hanya di ranah keilmuan namun juga di bidang kewriausahaan. Dan para profesional yang berkualitas dan bertanggungjawab.

Dalam mewujudkan niat tersebut, ditetapkanlah empat tujuan utama yang dilihami oleh dan menjadi wujud pengamalan dan pengejawantahan dari pesan Rasulullahi Muhammad SAW

“قوام الدنيا بأربعة أشياء: بعلم العلماء وبعدالة الأمراء وبسخاوة الأغنياء وبدعاء الفقراء”.

“Tegak-kokohnya bangunan dunia dengan empat perkara: dengan ilmunya ulama, adilnya penguasa, kedermawanan orang-orang kaya dan dengan doanya para fakir miskin”.

Jadi tegak-kokohnynya bangunan dunia, masyarakat, negara, dan suatu bangsa harus ditopang oleh empat hal. Kalau tidak, maka bangunan itu lambat atau cepat pasti akan runtuh bahkan hancur.

Pondasi bangunan yang pertama adalah ilmunya ulama, cendikiawan dan ilmuwan yang jujur dan konsisten. Mereka yang akan menerangi dunia, menuntun, membimbing dan mengayomi ummat.

Pondasi bangunan yang kedua adalah adilnya penguasa, pemimpin, pejabat, dan orang-orang yang diamanahi suatu urusan.

Adil lawannya dholim. Adil itu menempatkan sesuatu pada tempatnya sedangkan dholim mengabaikan penempatan banyak hal sehingga terjadi malfungsi. Pemimpin dunia dan pemimpin bangsa yang adil akan selalu mengupayakan terwujudnya kesejahteraan dan tegaknya keadilan bagi seluruh ummat manusia dan bangsanya sedangkan penguasa yang dholim akan meruntuhkan bahkan menghancurkan negara dan bangsanya.

 

Pondasi bangunan yang ketiga adalah kedermawanannya para pengusaha besar. Mereka akan memberikan kontribusi maksimal bagi terwujudnya kesejahteraan ummat manusia dan bangsa Indonesia.

Pondasi bangunan yang keempat adalah doanya para faqir miskin. Doa mereka mustajabah. Kalau tidak ada doa mereka maka akan hancur orang-orang kaya. Untuk itu minimal (serendah-rendahnya) alumni pondok pesantren Amanatul Ummah adalah menjadi para profesional yang berkualitas dan bertanggungjawab.

Untuk mewujudkan mimpi indah itu maka seluruh sivitas akademika lembaga pendidikan Amanatul Ummah istikomah mengamalkan tujuh kunci sukses hidup yang ada dalam kitab “Ta’limul Muta’allim” serta menancapkan komitmen dan ikrar: beriman, bertaqwa, berilmu, berdisiplin, bertanggungjawab, bersih, sopan, ramah dan rapi.

Sedangkan mottonya adalah unggul, utuh, berahlakul Karimah dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat yang berminat.

Pesan Baginda Nabi Muhammad SAW dalam kitab “Ta’limulmuta’allim” halaman 24.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إن الله يحب معالي الأمور ويكره سفسافها

“Sesungguhnya Allah SWT itu menyukai dan cinta kepada orang-orang yang memiliki urusan dan cita-cita tinggi dan Allah SWT membenci orang-orang yang urusannya kecil, rendah dan remeh temeh”.

—oOo—

Oleh: Samsul Huda
Penulis adalah santri PP. Roudlotunnasyi’in (Beratkulon, Kemlagi, Mojokerto), santri PadhangmBulan (Mentoro, Sumobito, Jombang), dan santri PP. Amanatul Ummah (Kembangbelor, Pacet, Mojokerto).