Prof. Dr. KH Asep Saifuddin Chalim layak menggantikan Kiai Said di PBNU

0
16

Mojokerto – Sosok Kiai Asep Saifuddin Chalim dianggap layak menggantikan posisi Kiai Said Aqil Siradj sebagai Ketua Tanfidziyah atau Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Organisasi Islam terbesar di Indonesia ini dijadwalkan menggelar Muktamar ke-34 NU di Lampung pada 23-25 Desember 2021.

Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur, Ubaidillah Nugroho Idris, mengatakan secara garis keturunan atau nasab, Kiai Asep merupakan keturuan Kiai Abdul Cahlim salah satu seorang ulama pendiri Nahdlatul Ulama sekaligus sahabat seperjuangan Kiai Abdul Wahab Hasbullah. Kedua pendiri NU ini pernah bersama-sama belajar di Makkah, Arab Saudi

“Kiai Asep merupakan salah satu alumni pesantren Al-Khoziny Buduran, Sidoarjo. Yang sampai saat ini mengabdikan dirinya sebagai Rektor Institut Agama Islam Al-Khoziny dan juga pernah menjadi ketua PCNU Surabaya,” kata Ubaidillah, Kamis, 7 Oktober 2021.

Kiai Asep juga dinilai sebagai sosok yang memiliki garis keilmuan mumpuni. Kiai Asep merupakan pendiri sekaligus pengasuh pondok pesantren besar di Jatim yaitu Amanatul Ummah di Surabaya dan di Pacet Mojokerto. Sosoknya dinilai sebagai kiai visioner karena memiliki ketekunan dan keseriusan kepada para santri.

“Tidak sampai 10 tahun santrinya lebih dari 10 ribu. Di dalam pondok Kiai Asep memiliki Madrasah Bertaraf Internasional (MBI). Lulusannya mayoritas diterima di perguruan tinggi favorit dalam negeri. Sedangkan di luar negeri banyak yang diterima di China, Jerman, Inggris, Mesir, Maroko, Yaman, dan lainnya,” ujar Ubaidillah.

Wakil Seketaris Korcab PMII Jatim itu mengungkapkan ada peran Kiai Asep dalam menghidupkan kembali Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu). Kiai Asep memandang peran Pergunu sebagai Badan Otonom NU sangat strategis, sehingga dia kembali mengaktifkannya lagi.

disadur dari : https://www.viva.co.id/berita/nasional/1411767-sosok-kiai-asep-dianggap-layak-gantikan-kiai-said-aqil-di-pbnu