Upacara Akbar Hari Santri Nasional 2019

0
54

Ribuan santri dari Lembaga Pendidikan Amanatul Ummah memadati lapangan akbar di Desa Kembang Belor, Pacet, Mojokerto Selasa (22/10) lalu untuk melaksanakan upacara memperingati Hari Santri Nasional. Peserta upacara tidak hanya dihadiri dari unit sekolah di Pacet, melainkan juga dari unit yang ada di Surabaya.

Selain santri, peserta upacara juga meliputi mahasiswa IKHAC (Institut KH Abdul Chalim), tenaga pendidik, serta tamu undangan termasuk Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak.

Komandan Kodim/0815 Mojokerto, Letkol Kav Hermawan Weharima, SH bertugas sebagai inspektur upacara tersebut.

“Hari Santri dapat kita kenang secara khusus, dimana santri tidak hanya mereka yang lulusan Pesantren akan tetapi  mereka adalah umat Islam yang memiliki basis keilmuan yang memadai, memiliki daya pikir terbuka serta menyebarkan agama Islam dalam rangka mendamaikan dan menjadikan Islam yang Rahmatan Lil Alamin,” ungkap Letkol Hermawan.

Beliau menegaskan tema Hari Santri Nasional Tahun 2019 yakni “Santri Indonesia Untuk Perdamaian Dunia”, maka sudah sepatutnya kita semua sebagai bagian dari umat Islam Indonesia selalu mempersiapkan diri dengan keilmuan yang mendalam serta dibekali dengan karakter humanis, inklusif toleran dan moderat.

Dalam sambutannya, pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim mengatakan, Hari Santri menjadi peringatan yang harus dipahami bersama, terlebih lagi bagi para santri. Perjuangan ulama dan para santri pendahulu bisa menjadi nilai tersendiri bagi siswanya.

“Momentum bersejarah Hari Santri adalah memperingati perjuangan para ulama dan santri. Sebagai generasi muda, santri-santri untuk meneruskan cita-cita luhur para pendahulu kita. Para santri Amanatul Ummah akan menjadi generasi yang cerdas dan juga memiliki akhlak baik serta berprestasi di segala bidang,” ujar KH Asep.

KH Asep juga mengingatkan semangat patriotisme dan keislaman yang dimiliki para santri terdahulu dalam mengawal resolusi jihad hingga melahirkan perang besar di Surabaya.

“Santri harus ingat pesan ulama terdahulu. Bahwa nilai keislaman tidak boleh lepas dari nilai kebangsaan. Santri juga harus bisa menerapkan sikap toleransi di kehidupan sehari-hari,” papar KH. Asep.

Dipaparkan KH. Asep, santri-santri Ponpes Amanatul Ummah telah meraih berbagai penghargaan tingkat nasional maupun internasional. Demikian juga alumni Amanatul Ummah juga sudah banyak yang menjadi tokoh nasional. Untuk itu, santri-santri yang ada saat harus bisa meraih prestasi yang lebih tinggi lagi.

Upacara turut dimeriahkan oleh beragam pertunjukan kreasi seni oleh santri. Grup paduan suara Himmalaya Nada dan 2 santri yang bertindak sebagai MC mewakili MBI Amanatul Ummah dalam ajang pertunjukan ini.

LEAVE A REPLY